<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>etnik &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/etnik/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "etnik"</description>
	<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 20:16:21 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kangen Band Etnik Fantastis]]></title>
<link>http://oghi.wordpress.com/?p=69</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 04:19:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>yoghi</dc:creator>
<guid>http://oghi.wordpress.com/?p=69</guid>
<description><![CDATA[Banyak yang mencercanya banyak pula yang melecehkan baik penampilan maupun lagunya. Namun tampaknya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang mencercanya banyak pula yang melecehkan baik penampilan maupun lagunya. Namun tampaknya sinar gemerlap popularitas seolah tidak peduli, sehingga Kangen Band ini semakin moncer. Dapat dirasakan saat kemunculan mereka di SCTV Awards beberapa waktu lalu. <span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/UYg9C5SO0Io'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/UYg9C5SO0Io&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span> Penampilan mereka yang sederhana tampak santai. Dan Lagu Doy sempat bertengger di radio-radio hampir seluruh Indonesia. Menurut saya masalah selera tidak dapat diarahkan. buktinya selama ini kangen band selalu diterba isu hinaan, namun lagu mereka memang banyak di request pendengar. Dan yang menarik dari mereka adalah seolah terpaan angin tak sedap itu justru membuat mereka semakin kreatif. Memang sich perfomance maupun skill mereka biasa saja, namun yang cukup berani Kangen Band ini sering menampilkan additional vocal cewek berjilbab. Belum ada penyanyi pop berani memunculkan vocal mereka dengan mengenakan jilbabnya. Dan akhirnya yang namanya sesuatu yang universal memang dapat diterima di mana saja.  Meskipun saya pernah dihina kawan saya gara-gara saya mendengarkan lagu mereka di internet haha...apapun itu Kangen Band cukup fantastis. Lagu Doy Kangen mencoba memasukan unsur etnik, lagu jawa kuno dan itu terasa tidak dipaksakan. Dah ah jangan kebanyakan ntar dikira aku humas-nya Kangen hehe...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SOLO INTERNATIONAL MUSIC ETHNIC 2008]]></title>
<link>http://sipil2004.wordpress.com/?p=135</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 07:29:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>blekuthuk</dc:creator>
<guid>http://sipil2004.wordpress.com/?p=135</guid>
<description><![CDATA[
Akan diadakan Solo International Music Ethnic 2008 di Pura Mangkunegaran pada tanggal 17-21 Agustus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                             &#60;![endif]--><!--[if !mso]&#62;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Akan diadakan Solo International Music Ethnic 2008 di Pura Mangkunegaran pada tanggal 17-21 Agustus 2008. Yang menarik dari acara ini adalah publikasinya yang tanpa menggunakan spanduk dan baliho yang dapat berpotensi menambah kekotoran pemandangan di Kota Solo. Salut pada panitia yang sangat konsen terhadap lingkungan. Acara ini pada tahun lalu di Benteng Vastenburg, tetapi sekarang tempatnya diganti di Pura Mangkunegaran. Untuk informasi lebih lengkapnya silakan kunjungi <a href="http://www.siemfestival.com/" target="_blank">www.siemfestival.com</a> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Phantom of Traditional Opera]]></title>
<link>http://cicitcuit.wordpress.com/?p=101</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 01:59:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>cicitcuit</dc:creator>
<guid>http://cicitcuit.wordpress.com/?p=101</guid>
<description><![CDATA[- Sound familiar? Ya, memang itu adalah tajuk sebuah acara yang mem-‘pleset’-kan (in a good way)]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">-<em> Sound familiar?</em> Ya, memang itu adalah tajuk sebuah acara yang mem-‘pleset’-kan (<em>in a good way</em>) pertunjukan broadway terkenal <strong><em>Phantom of The Opera</em></strong>. Itulah mengapa, aku antusias meminta Ella <em>report</em> di sini – (citra)</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">July 3rd, 2008.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pulang kerja, setelah ganti baju, n <em>touch up</em>, aku <em>dinner</em> dulu dengan salah satu <em>tvOne's news presenter</em>, <strong>Andrie Nugroho Djarot</strong>, terus kami berdua langsung meluncur ke <strong>Graha Bhakti Budaya - Taman Ismail Marzuki</strong>. Kami tiba di sana sekitar jam 19.15 WIB, acara <strong><em>The Phantom of Traditional Opera</em></strong> mulai pukul 20.00.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kami duduk di barisan VIP yang tiketnya dijual seharga 75ribu rupiah. Kalau regular harganya 50ribu, dan mahasiswa harganya 30ribu rupiah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sebelum acara mulai, aku dikenalkan pada Pimpinan Produksi-nya yaitu <strong>Mbak Indriyani</strong>. Dia adalah manager dari <strong>Mahagenta</strong>, group yang memainkan The Phantom of Traditional Opera ini.</span></p>
<p><!--more [Teatrikal Phantom ala Indonesia] --></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ketika masuk ke ruang teater, ternyata banyak orang asing yang sudah duduk memenuhi kursi-kursi. Ada yang <em>western</em> dan juga <em>eastern</em> (aku sempat dengar ada yang bicara dengan bahasa Korea soalnya).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Acara dimulai, stage dibuka, dan pemain-pemain musik siap di belakang alat-alat musik tradisional seperti gamelan, kecapi, kendang, gendang bali, suling, bonang, jengglong, didgeridu, saluang, talempong, biola, rebab, tabla..<em>wait ..</em> tp ada juga alat musik biasa seperti drum, keyboard. Jadi yaaah, menurutku sih rada merusak komposisi instrument, yang tadinya benar-benar tradisional jadi rada nge-pop.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Awalnya aku dan mas Andrie kira opera ini ada alur ceritanya, seperti cerita Phantom of the Opera, ternyata perkiraan kami meleset. Tidak ada cerita ataupun pemain-pemain dramanya. Hanya ada pengiring dengan alat-alat musik tradisional tadi yang kusebutkan di atas dan 4 penyanyi. 2 pria, 2 wanita. Tidak jelas siapa yang memainkan peran Christine, Raoul, atau Phantom-nya. Jadi semua dinyanyikan bersama-sama. Kalau dari segi teknik vokal, hmmm, campuran antara seriosa dan pop, yang masih perlu banyak dibenahi. Banyak cengkok2 yang tujuannya menambah unsur tradisional, tapi menurut kami malah jadi aneh. Tempo lagu juga diseret-seret, dan beberapa lagu yang seharusnya bersahut-sahutan dan ada klimaks, ternyata tidak mereka nyanyikan. jadi tidak ada "greget"-nya :-/</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Selain itu, tampilan visual juga kurang sedap dipandang mata, karena wardrobe dari para penyanyi juga terlihat seadanya. Memang sebelumnya, Mbak Indri sempat bilang kalo dana untuk mengadakan pertunjukan ini minim sekali, jadi ya mohon dimaklumi saja.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dua penyanyi wanita mengenakan baju terusan warna putih seperti di film broadway <em>"My Fair Lady"</em>, tipe-tipe baju seperti itu, tapi 2 penyanyi pria-nya malah mengenakan baju tradisional yang kalau aku bisa bilang, seperti busana "Joko Tarub" :P</span></p>
<p><img class="size-medium wp-image-102 aligncenter" src="http://cicitcuit.wordpress.com/files/2008/07/empat-performer.jpg?w=300" alt="" width="311" height="249" /></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kami sempat ngantuk dan bosan <em>banget</em>. <strong><em>Masquerade</em></strong> dinyanyikan tidak dengan gaun/topeng dan tidak dengan koreografi atau dansa (kami kecewa...). Banyak jeda kosong di sela-sela lagu yang diisi oleh instrumen, padahal sebenarnya bisa saja kan, 4 penyanyi nya dansa.. mereka kelihatan mati gaya <em>banget</em> di panggung. Cuma gerak-gerak sedikit seperlunya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mendekati akhir, keluar 4 penari, perempuan &#38; laki-laki, pakai topeng tradisional (bukan topeng <em>Phantom</em>), dan menari dengan gaya penari teater yang IMHO tidak jelas juga maksudnya apa tarian itu. Yah, paling tidak sedikit mengubah suasana deh.. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://cicitcuit.files.wordpress.com/2008/07/tarian-teatrika.jpg"><img class="size-medium wp-image-103 aligncenter" src="http://cicitcuit.wordpress.com/files/2008/07/tarian-teatrika.jpg?w=300" alt="" width="300" height="240" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sebenarnya semua lagu yang ada di Phantom of the Opera mereka bawakan: <strong><em>Think of Me, Angel of Music, The Point of No Return, Primadona, Wishing You Were Somewhere</em></strong>-apaaaa gitu (aku lupa)<strong><em>, All I Ask of You, Masquerade, dll</em></strong>. Semua lengkap dinyanyikan, bahkan lagu yang jadi soundtrack <em>credit title-</em>nya, aku lupa tu judul lagunya apa. Tapi ya itu, kurang <em>greget</em>, tidak ada klimaks. Padahal itu kan yang <em>bikin</em> bagus, dan bisa mendapat <em>applause</em> dari penonton.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Tidak lama kemudian, jam menunjukkan pukul 10 malam lebih, dan pertunjukan berakhir. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Tanpa ada MC yang menjelaskan narasi dari pertunjukan mereka. Hmmm.. aku tidak tahu, apa itu memang gaya pertunjukan di Taman Ismail Marzuki atau memang Mahagenta maunya seperti itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Selesai acara, di luar aku bertemu dengan ibu Christina Mandang (beliau guru vokal alto, pernah sekolah konservatory di Belanda). Aku kenal beliau karena beliau jadi salah satu juri di Petra Choir Festival bulan Maret lalu.. yang nonton PCF pasti tau. Yah, bu Christina juga tidak berkomentar terlalu banyak -apalagi untuk segi vocal- tapi yang sangat disayangkan adalah bagaimana mereka mengemas acara itu..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Hmmm..dari tadi rasanya kok kritik smua ya? Segi positifnya.. ternyata musik mendunia seperti Phantom of the Opera bisa dibuat dengan versi tradisional. Meski masih perlu pembenahan banyak, tapi ide dan kreativitasnya patut dihargai. Dengan kritik-kritik yang udah aku dan mas Andrie sampaikan ke Mbak Indri, semoga mereka dapat membenahi kekurangan-kekurangan mereka karena kata mbak Indri mereka ingin konser keliling daerah. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Begitulah hasil lapdangdeng (laporan pandangan &#38; pendengaran) malam ini. Maaf, kalau hasil fotonya tidak maksimal. Kamera kami ketinggalan, jadi cuma bisa <em>capture</em> pake kamera handphone.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">By Ella Enchanted</span></p>
<div class="mceTemp">
<dl>
<dt><a href="http://cicitcuit.files.wordpress.com/2008/07/with-andjrot.jpg"><img class="size-medium wp-image-105" src="http://cicitcuit.wordpress.com/files/2008/07/with-andjrot.jpg?w=256" alt="Ella with Andry" width="65" height="77" /></a></dt>
<dd>Ella with Andry</dd>
</dl>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">About Miss Enchanted:</span></em></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sahabat Citra yang heboh dan amat sangat cerewet jika dibandingkan dengan Citra yang pendiam :P Kuliah di UK Petra dan sekarang sedang magang di tvOne.</span></em></p>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tinggal Curita(a'nya)]]></title>
<link>http://timawakng.wordpress.com/?p=41</link>
<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 09:41:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>timawakng</dc:creator>
<guid>http://timawakng.wordpress.com/?p=41</guid>
<description><![CDATA[kamaea&#8217; unang arue diapm&#8230;
Diri&#8217; sabaya urakng diri&#8217;  pasti nau&#8217;an sid]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>kamaea' unang arue diapm...</em></strong></p>
<p><em>Diri' sabaya urakng diri'  pasti nau'an sidi ka dama burukng nian. Diri' make bulunya yak hiasan kapala. Nang Dara nang Bujakng barasa cega' kade nari make bulunya ka kapala. </em></p>
<p><em>Tapi aku yakin, ampir sebagian aya' diri' sama-sama na' suah nele' burukng nian. Lea  uga' aku nang kahe nau'an bulunya. </em></p>
<p><em>Ampa ja curitanya, burukng arue dah basumpah man talokot, bai' batabo'ia'. Talokot milih diapm ka tawakng, samintara Arue milih diapm ka udas. Talokot ampeatn masih baya diri' tamui', tapi kade' Arue susah sidi namuia'nya. Burukng arue termasuk burukng nang panyupe', ia kahe' baya idup ka udas. Padahal ampeatn udas diri' dah manyak nang jadi kabon-kabon urakng. Makin eneklah tampat diapm arue. Ampetn burukng nia dah jadi langka, makin susah nele'nya. Ahe agi' kade' batamu man diri', bulunya dinaapi' nang barati ia uga' arus mati. Tinggal curita.</em></p>
<p><em>Kasihatnna' sidi kana' ucu' diri' ana, kabatnnya makina' susah nelea' burukng nia. Ato malah dah batol-batol nana' ada agi' seko'pun nang idup. </em></p>
<p><em>Sanape' ia batol-batol tinggal curita, inje'lah diri' nyaga udas diri', nyaga arue diri'. Ame tabakngi puhutn-puhutnya, ame ditempo' raba'-raba'nya, ame agi'  taapi' bulu buruknya, ame agi' dibunuhi' arue-aruenya. </em></p>
<p><em>Sanape' ia batol-batol tinggal curita.</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahkan sang Google pun enggan]]></title>
<link>http://elmahari.wordpress.com/2008/06/04/bahkan-sang-google-pun-enggan/</link>
<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 02:35:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ishak</dc:creator>
<guid>http://elmahari.wordpress.com/2008/06/04/bahkan-sang-google-pun-enggan/</guid>
<description><![CDATA[Pagi ini iseng-iseng buka email dari milis. Ada satu email menarik, judulnya &#8221; joke roy suryo ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini iseng-iseng buka email dari milis. Ada satu email menarik, judulnya " joke roy suryo ". Mula-mula tidak tertarik, maklum tidak ada yg berbobot kalo berita mengenai orang yang satu ini :D . Tapi namanya juga iseng, akhirnya di buka juga.... hehehe ini isinya :</p>
<p>1. buka <a href="http://www.google.co.id">http://www.google.co.id</a><br />
2. ketik ' temukan roy suryo ' tanpa tanda kutip<br />
3. tekan tombol 'Saya Lagi Beruntung'<br />
4. lihat hasilnya</p>
<p>Mau lihat hasilnya ???</p>
<p><a href="http://elmahari.files.wordpress.com/2008/06/googlepunenggan.jpg"><img style="border-right:0;border-top:0;border-left:0;border-bottom:0;" src="http://elmahari.files.wordpress.com/2008/06/googlepunenggan-thumb.jpg" alt="googlepunenggan" width="660" height="312" /></a></p>
<p>Hahahaha, kalo saja nggak dikantor, pasti akan ngakak.. Bahkan sang google pun enggan untuk mencari orang satu ini... :D</p>
<p>[Humor pagi hari]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Souvenir  souvenirs  wedding  gift  perkawinan  pernikahan  shops  bandung  indonesia  ]]></title>
<link>http://souvenirbagus.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 09:30:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>griyacantik</dc:creator>
<guid>http://souvenirbagus.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[(Souvenir Wedding  / souvenirs  pernikahan /  Gift pernikahan Bandung)
Menyediakan aneka produk souv]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(<a href="http://www.griyacantik.com">Souvenir Wedding  / souvenirs  pernikahan /  Gift pernikahan Bandung</a>)</strong></p>
<p>Menyediakan aneka produk<strong> souvenir </strong>dan membuat aneka kemasan/box cantik untuk berbagai keperluan seperti :<strong> pernikahan</strong>, ulang tahun, company ceremonial, dll</p>
<p>Alamat Kantor :</p>
<p>Jl. PH. Mustofa Komplek SURAPATI-CORE  Blok M No. 3 <strong>Bandung</strong></p>
<p>No Telepon  :  022-91159591</p>
<p>Handphone  : 0812 2368 636</p>
<p>Email : <a href="mailto:rose4ravindo@yahoo.co.id">rose4ravindo@yahoo.co.id</a></p>
<p><a href="http://www.griyacantik.com/">http://www.griyacantik.com</a></p>
<p><strong>Griya Cantik </strong>dirintis sejak tahun 2003 di <strong>Bandung</strong>. Sejak awal <strong>Griya Cantik</strong><strong> </strong>memiliki komitmen menyediakan produk kreasi etnik  dan aneka produk <strong>souvenir pernikahan,</strong> aromatherapy <strong>souvenirs </strong>for<strong> wedding </strong>, dan <strong>gift</strong> untuk berbagai acara/event  seperti  ulang tahun, grand opening perusahaan, dll. <strong>Griya Cantik</strong> memproduksi <strong>souvenir</strong> kreasi sendiri yang unik dan berkelas. <strong>Griya Cantik</strong><strong> </strong> terus berkembang hingga kini dipercaya oleh banyak klien baik calon pengantin atau perusahaan.</p>
<p>Pada tahun 2003, <strong>Griya Cantik</strong> membuka gallery di daerah Surapati, <strong>Bandung</strong>. Di sini kami membuka gallery yang sekaligus merupakan rumah produksi.</p>
<p><strong>Griya Cantik</strong> sangat berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh para klien baik dari <strong>Bandung,</strong> Bogor, Yogyakarta, Jakarta, Tasikmalaya, Lampung, dan masih banyak lagi. Komitmen <a href="http://www.griyacantik.com"><strong>Griya Cantik</strong><strong> </strong></a> adalah senantiasa memberikan yang terbaik sebab kepuasan Anda adalah tujuan utama kami.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bangunan Pribadi]]></title>
<link>http://tumengung.wordpress.com/?p=66</link>
<pubDate>Fri, 23 May 2008 05:24:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Menggung</dc:creator>
<guid>http://tumengung.wordpress.com/?p=66</guid>
<description><![CDATA[Oleh Ki Menggung
Pribadi memiliki keunikan atau kekhasannya masing - masing. Pribadi tumbuh berkemba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-37" src="http://tumengung.wordpress.com/files/2008/05/sam.jpg?w=89" alt="" width="36" height="40" />Oleh Ki Menggung</p>
<p style="text-align:justify;">Pribadi memiliki keunikan atau kekhasannya masing - masing. <strong>Pribadi tumbuh berkembang dipengaruhi oleh <em>pertama</em>, faktor intern yakni sebagai keunikan bawaan dalam bentuk bakat, kemampunannya, perasaan/ emosi, fisiknya yang berasal langsung oleh Sang Pencipta. <em>Kedua</em>, Faktor ekstern berasal dari lingkungannya yakni keluarga, lingkungan sekitar tempat tinggal, lingkungan pergaulan, latarbelakang sosial budaya, yang melingkupi kehidupannya, serta pendidikan yang ditanamkan baik secara formal maupun non formal.</strong> Berbagai faktor di atas mengkristal dalam diri pribadi tersebut yang memunculkan pola pikir dan pola tingkah laku.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor lingkungan baik disengaja maupun tak disengaja berpengaruh kuat membentuk pribadi. lingkungannya. Ada salah satu pandangan dari ilmu psikologi yang menyatakan bahwa usia dibawah 5 tahun merupakan masa yang sangat berpengaruh dalam pembentukan pribadinya. Maka tak mengherankan jika latar belakang keluarga sangat dominan pengaruhnya untuk perkembangan pribadi. Faktor berikutnya yang juga kuat pengaruhnya adalah latar belakang sosial budaya di lingkungan. Berikut beberapa hal mengenai kajian dan artikel seputar budaya Jawa :</p>
<p>1.<a href="http://tumengung.files.wordpress.com/2008/05/ridha-mashudi-wibowo-nama-diri-etnik-jawa.pdf"> Nama-diri-etnik-jawa</a></p>
<p>2. <a href="http://tumengung.files.wordpress.com/2008/05/javanese-encyclopedia.pdf">javanese-encyclopedia</a></p>
<p>3. <a href="http://tumengung.files.wordpress.com/2008/05/falsafah-orang-jawa.pdf">falsafah-orang-jawa</a></p>
<p>4. <a href="http://tumengung.files.wordpress.com/2008/05/suhardi-nilai-tradisi-lisan-dalam-budaya-jawa.pdf">nilai-tradisi-lisan-dalam-budaya-jawa </a></p>
<p>5. <a href="http://tumengung.files.wordpress.com/2008/05/dylan-walsh-kepercayaan-masyarakat-jawa-terhadap-gunung.pdf">Kepercayaan masyarakat jawa terhadap gunung</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;">Success Bro,</p>
<p style="text-align:right;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10pt;text-align:right;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;color:blue;font-style:normal;" lang="IN">Do the best, God takes the rest !!!</span></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hot Pants Batik]]></title>
<link>http://geraibusana.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Sun, 18 May 2008 16:22:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>geraibusana</dc:creator>
<guid>http://geraibusana.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[Hot Pants batik khusus untuk remaja abg, casual, unik
Harga Rp. 25.000,- per pcs
Pembelian grosir si]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hot Pants batik khusus untuk remaja abg, casual, unik</p>
<p><strong>Harga Rp. 25.000,- per pcs</strong></p>
<p>Pembelian grosir silahkan kontak.</p>
<p><strong>hot pants batik coklat 1 </strong></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2335/2501612361_3b25bf7918.jpg" alt="hot pants batik coklat 1" width="200" height="300" /> <img src="http://farm3.static.flickr.com/2148/2502455042_732e3d7674.jpg" alt="hot pants batik coklat 1" width="200" height="300" /></p>
<p><strong>hot pants batik coklat 2</strong></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2145/2502439132_822ac9ecbe.jpg" alt="hot pants batik coklat 2" width="200" height="300" /> <img src="http://farm3.static.flickr.com/2378/2502452640_82bdf68b49.jpg" alt="" width="200" height="300" /></p>
<p><strong>hot pants batik merah 1</strong></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2383/2502441356_5673039fd7.jpg" alt="hot pants batik merah 1" width="200" height="300" /> <img src="http://farm4.static.flickr.com/3238/2502453856_26d56416c8.jpg" alt="hot pants batik merah 1" width="200" height="300" /></p>
<p><strong>hot pants batik merah 2</strong></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2149/2501615795_001b8bd8d5.jpg" alt="hot pants batik merah 2" width="200" height="300" /> <img src="http://farm4.static.flickr.com/3202/2501628433_7b6e0f4232.jpg" alt="hot pants batik merah 2" width="200" height="300" /></p>
<p><strong>hot pants batik merah 3</strong></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2231/2501615321_a9191dd466.jpg" alt="hot pants batik merah 3" width="200" height="300" /> <img src="http://farm4.static.flickr.com/3110/2502456418_522f2a3920.jpg" alt="hot pants batik merah 3" width="200" height="300" /></p>
<p><strong>hot pants batik biru</strong></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2272/2501614335_95fe9809b9.jpg" alt="hot pants batik biru" width="200" height="300" /> <img src="http://farm3.static.flickr.com/2399/2501613821_640094bf59.jpg" alt="hot pants batik biru" width="200" height="300" /></p>
<p><strong>hot pants batik merah maroon</strong></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2038/2501631025_2cd028d018.jpg" alt="hot pants batik merah maroon" width="200" height="300" /> <img src="http://farm3.static.flickr.com/2273/2501629151_248584689e.jpg" alt="hot pants batik merah maroon" width="200" height="300" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kafkas Dans ve Ezgileri]]></title>
<link>http://klip.wordpress.com/?p=487</link>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 14:45:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>klip</dc:creator>
<guid>http://klip.wordpress.com/?p=487</guid>
<description><![CDATA[Lezginka

Erisioni-Osuri

At sırtında Gösteriler

Alania

]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Lezginka<br />
[dailymotion id=x5d50e&#38;v3  ]<br />
Erisioni-Osuri<br />
[dailymotion id=x2hldn&#38;v3 ]<br />
At sırtında Gösteriler<br />
[dailymotion id=x4vi6j&#38;v3 ]<br />
Alania<br />
[dailymotion id=x381q1&#38;v3 ]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wonderful Asia - Concord Singer]]></title>
<link>http://cicitcuit.wordpress.com/?p=10</link>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 00:33:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>cicitcuit</dc:creator>
<guid>http://cicitcuit.wordpress.com/?p=10</guid>
<description><![CDATA[Sabtu, 10 Mei 2008, aku ke Gedung Cak Durasim lagi. Terakhir aku ke gedung itu ketika choir-ku konse]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Verdana;"><img class="alignleft size-medium wp-image-12" style="float:left;margin-left:10px;margin-right:10px;" src="http://cicitcuit.wordpress.com/files/2008/05/100_0746.jpg?w=127" alt="" width="127" height="300" />Sabtu, 10 Mei 2008, aku ke Gedung Cak Durasim lagi. Terakhir aku ke gedung itu ketika <a href="http://sepancanaryanto.multiply.com/journal/item/31">choir-ku konser</a>, kira-kira satu bulan yang lalu. Kali ini gedung itu kembali menjadi sasana pagelaran konser paduan suara Surabaya. Concord Singer akan membawa para penikmat paduan suara menjelajah keindahan Asia dalam <em>Wonderful Asia</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Verdana;">Concord Singer berdiri pada tanggal 10 Januari 2007, atas prakarsa Fritz Simangunsong, sang conductor sekaligus pelatih. Meski terbilang muda, tapi jangan diremehkan kemampuannya karena –seperti tujuan awalnya, yaitu mempersatukan penyanyi-penyanyi Surabaya di bawah satu wadah- anggota-anggota kelompok ini adalah penyanyi-penyanyi top di Surabaya. Boleh dibilang sebagian besar pentolan paduan suara-paduan suara se-Surabaya (dan Malang ?) tergabung dalam Concord Singer. So… bayangkan saja bagaimana jadinya jika orang-orang profesional dan ahli berkumpul jadi satu … :-) Kalau masih sulit membayangkan, bayangkan saja bahwa untuk konser di Cak Durasim yang cukup besar itu, mereka menyanyi <span style="text-decoration:underline;">tanpa mic</span>! Ya, tanpa mic! Dan ternyata suara mereka cukup memenuhi ruangan itu lho. So.. lagi-lagi, untuk masalah teknis aku merasa tidak cukup berkompeten untuk berkomentar, meski sebenarnya aku punya pendapat sendiri. Jadi, lagi-lagi tulisan ini hanya review secara awam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><!--more [Penasaran? Baca selanjutnya di sini]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Verdana;">Konser kali ini pun ternyata mereka membawakan seluruh lagu full acapella (aku sudah pernah menonton 3 konser mereka yang lalu). Sesi pertama adalah sesi <em>sacred</em>, terdapat 6 lagu sacral yang bernuansa etnik Asia. 4 lagu pertama adalah karya Ivan Yohan, pemuda Bandung yang mempunyai talenta luar biasa, baik dalam bernyanyi, <em>conduct</em>, maupun menciptakan lagu. Aku benar-benar terpesona oleh lagu Gloria ciptaannya yang malam ini adalah <em>World Premiere</em>. Atmosfer Papua sangat kental pada setiap bagian lagu, range nada yang begitu luas: dari dasar bumi (saking rendahnya) sampai ke langit ketujuh (saking tingginya) :P. Indah luar biasa! Dan tentu saja keindahan itu tidak lepas dari keapikan Concord Singer menyanyikannya. Lagu itu begitu indah dan tentu saja begitu sulit (sepertinya ini adalah pasangan umum di musik: indah &#38; sulit) sehingga kurasa tidak semua paduan suara mampu membawakannya. Tapi, aku sih ingin sekali mempelajarinya :-) Aku cukup menikmati sesi pertama ini, meski lagu terakhirnya menurutku sedikit membosankan karena selain paaaannjjjaaaaangggg, aku tidak mengerti bahasanya dan tidak bisa menebak kira-kira apa pesan lagu ini (memuji Tuhan, memohon, atau apa gitu).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Verdana;">Setelah break 15-20 menit, sesi kedua di mulai. Wah, ternyata semua penyanyi memakai baju-baju tradisional seluruh Asia. Warna-warni. Keren deh! Aku langsung antusias… “Ini nih yang ditunggu-tunggu! Pasti bakal seru!” Seperti tajuk konser, Wonderful Asia, Sesi kedua ini menyajikan lagu-lagu daerah (<em>folksong</em>) dari berbagai daerah di Asia: China, Philippina, Korea, Mongolia, Jepang, dan tentu saja Indonesia (Minahasa, Tapanuli, Makasar). Lagu-lagu yang sangat indah (jangan lupa pasangan indah: sulit) meluncur satu-satu dari bibir para penyanyi dengan teknik yang, menurutku, luar biasa. Hanya saja, mungkin karena tingkat kesulitan lagu-lagu yang sangat tinggi itu sepertinya para penyanyi terlalu asik berkosentrasi pada partitur di tangan masing-masing dan teknik bernyanyi, sehingga lagu-lagu indah itu terasa <em>ampang</em>. Selain itu, aku agak kecewa karena aku berharap sesi kedua ini akan dimeriahi dengan tarian atau gerakan/koreografi, namun ternyata itu tidak terjadi. Akibatnya, di pertengahan sesi aku sudah mengantuk (ini aneh, karena biasanya kalau nonton konser <em>choir</em> aku selalu ngantuk pada sesi pertama dan antusias pada sesi kedua). Beberapa teman, sayangnya, juga menyatakan hal yang sama. Seorang teman mengatakan lagu-lagunya terlalu berat sehingga sukar untuk dinikmati, padahal ia datang dan membeli tiket berharap untuk dihibur, bukan untuk berpikir. Aku cuma tersenyum ketika mendengar komentar itu. Di satu sisi, aku setuju dengannya karena memang aku sendiri datang karena mencari hiburan. Di sisi lain, yaaa… mungkin itu sudah jadi ciri khas kelompok ini. Menampilkan lagu-lagu berat maksudku. Karena mereka kan sudah tingkat <em>advance</em>, pasti kurang ada tantangan jika menyanyikan lagu-lagu ringan/mudah. Mungkin juga sudah jadi komitmen mereka untuk tidak mencampurkan nyanyian dengan gerakan, so.. that’s why mereka tidak memberi gerakan pada lagu-lagu di sesi dua. Argumen ini adalah analisaku dari hasil menonton 3 konser mereka sebelumnya. Semuanya sama seperti ini. Jadi, menurutku itu adalah kesengajaan, semacam pakem dan keputusan dari Concord Singer. Sah-sah aja, kan. Apalagi bisa jadi <em>trademark</em> tersendiri. Kalau ternyata itu membosankan… yah, mungkin bukan level kita kali untuk nonton yang berat-berat hehehe :D</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Verdana;">Yang pasti, malam ini aku keluar gedung konser dengan memori hanya terisi Gloria ciptaan Ivan Yohan. LUAR BIASA !! aku tidak menyangka komposisi itu dibuat oleh musisi muda Indonesia. Wah, benar-benar membanggakan!! Bravo, Ivan !! Oya.. Bravo juga buat Concord Singer yang sudah menyelenggarakan konser Wonderful Asia dan memberiku kesempatan mendengar lagu yang indah itu :D</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-14" src="http://cicitcuit.wordpress.com/files/2008/05/100_07362.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><a href="http://cicitcuit.files.wordpress.com/2008/05/100_0736.jpg"></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesona barang bernuansa etnis]]></title>
<link>http://cantingbatik.wordpress.com/2008/05/05/pesona-barang-bernuansa-etnis/</link>
<pubDate>Mon, 05 May 2008 09:57:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>singgih27</dc:creator>
<guid>http://cantingbatik.wordpress.com/2008/05/05/pesona-barang-bernuansa-etnis/</guid>
<description><![CDATA[Ruangan yang indah dan nyaman untuk ditempati tak pernah lepas dari bagaimana konsep tata ruang yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ruangan yang indah dan nyaman untuk ditempati tak pernah lepas dari bagaimana konsep tata ruang yang menghiasinya. Peletakan gradasi warna, pencahayaan ruangan baik menggunakan pencahayaan internal menggunakan lampu maupun mengefektifkan intensitas cahaya yang masuk dari sudut-sudut ruangan serta pengaturan barang barang yang layak untuk menempati ruangan tersebut turut mendukung terbentuknya ruangan yang indah sesuai dengan selera dan bernuansa seni.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span><span>Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu hal yang sangat menarik adalah peletakan barang-barang bernuansa etnik. Barang-barang tersbut dapat dijadikan sebagai sebuah pajangan yang dapat dikombinasikan dengan barang-barang lain seperti meja, lemari maupun kursi. Aneka ragam bentuk barang etnik yang disajikan di pasaran semakin memperkaya ide kita dalam memilih sebagai pajangan di sudut ruangan. Nuansa etnik yang ditimbulkan akan memberikan sentuhan seni tersendiri dari sebuah ruangan. Selain itu, dengan penempatan barang tersebut di ruangan kita akan memberikan sedikit pengetahuan budaya bagi siapa yang menempati ruangan tersebut. Nilai filosofis yang terkandungnya memberikan suatu gambaran dan mewakili bagaimana asal daerah pembuatan barang-barang etnik tersebut. Nilai-nilai tersebut akan memancarkan aura keindahan dan identitas khusus yang terintegrasi dalam keeksotisan detil barang yang tercipta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Keindahan barang bernuansa etnik ini bergantung dari bagaimana kemampuan memilih, memadukan dan mengkolaborasikan dengan barang-barang lainnya. Misalnya kita dapat masang patung-patung kecil maupun ukiran-ukiran yang mengambarkan motif tertentu di atas meja ruang tamu, memepatkan guci di sudut ruangan atau mungkin dengan pemasangan korden yang bernuansa natural dengan gradasi warna dan motif batik yang minimalis. Kesemuanya dapat diolah dan dikembangkan berdasarkan kreatifitas masing-masing personal. Selamat menghias ruangan anda.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Barang Etnik di ruangan anda, bagaimana cara memilih yang tepat?]]></title>
<link>http://cantingbatik.wordpress.com/?p=34</link>
<pubDate>Mon, 05 May 2008 09:56:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>singgih27</dc:creator>
<guid>http://cantingbatik.wordpress.com/?p=34</guid>
<description><![CDATA[
Nuansa etnik dalam suatu rungan dapat memberikan keindahan tersendiri. Namun jika salah dalam memil]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Nuansa etnik dalam suatu rungan dapat memberikan keindahan tersendiri. Namun jika salah dalam memilih dan menempatkan bukannya indah ynag didapat melainkan kesan aneh dan menjadi kurnag indah. Ada beberapa alternatif dalam memilih barang barang bernuansa etnis yakni : </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Kualitas</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span>saat anda membeli barang bernuansa etnik kualitas harus diperhatikan karena te</span>ntunya anda tidak ingin jika barang yang baru anda beli beberapa hari sudah ada bagian yang rusak atau terlepas sehingga akan mengurangi keindahannya.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Nilai filosofis</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span>Barang etnik akan lebih bermakna jika anda mengetahui nilai yang terkandung dari barang tersebut. Nilai filosofis barang tersebut biasanya dapat mencerminkan dan mewakili daerah asal dari barang tersebut. Selain indah tentunya barang tersebut dapat berbicara dengan lingkungan sekitar dari nilai filosofis tersebut.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Jangan      Tertipu Harga</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span>Jika membeli barang etnis, jangan terburu buru membeli kepada penjual karena harganya yang murah.hendaknya kita lebih cermat dan teliti. Harga terkadang mencerminkan bagaimana kualitas dari barang tersebut.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Penempatan      yang strategis</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span>Sebelum anda membeli hendaknya anda sesuaikan dengan di mana barang yang akan dibeli ditempatkan. Kolaborasi yang tepat antara barnag etnik dengan barnag lain dalam suatu ruangan akan memberikan nilai seni tinggi dan indah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span>Selamat menghias ruangan anda dengan aksesoris etnik!! </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kalung Unik (SOLD OUT)]]></title>
<link>http://tokobatikpekalongan.wordpress.com/?p=63</link>
<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 12:37:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Atique</dc:creator>
<guid>http://tokobatikpekalongan.wordpress.com/?p=63</guid>
<description><![CDATA[
Kalung Unik, terbuat dari manik-manik Etnik, cocok untuk dipadu padan dengan  baju batik ataupun ha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tokobatikpekalongan.files.wordpress.com/2008/04/kalung-copy1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-67" src="http://tokobatikpekalongan.wordpress.com/files/2008/04/kalung-copy1.jpg" alt="" width="292" height="300" /></a></p>
<p>Kalung Unik, terbuat dari manik-manik Etnik, cocok untuk dipadu padan dengan  baju batik ataupun hanya Blouse putih dan jeans.</p>
<p align="justify">Harga:</p>
<p><strong></strong><span style="font-weight:bold;">Rp 20.000,00</span><span style="font-weight:bold;">/pc</span></p>
<p>Harga belum termasuk ongkos kirim (via Pos/Tiki).</p>
<p>Untuk mengetahui biaya ongkos kirim dan estimasi waktu pengiriman, silahkan klik link ini :<br />
Pengiriman Domestik : <a href="http://www.tikijne.co.id/tariffdom.asp?idt=1">Tarif Regular Service TIKI</a></p>
<p>Pemesanan dapat dilakukan via</p>
<p>email: <strong>tokobatik@gmail.com</strong></p>
<p>sms :<strong>081 853 1174</strong> atau <strong>081 80 287 1697</strong></p>
<p>YM : <strong>toko.batik</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Patahan (=Fault)" - SIMAKDIALOG (Review)]]></title>
<link>http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/04/01/patahan-fault-simakdialog-review/</link>
<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 21:38:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>bachtiar hakim</dc:creator>
<guid>http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/04/01/patahan-fault-simakdialog-review/</guid>
<description><![CDATA[
CD Album “Patahan”. (Foto : Bachtiar pake kamera hape Siemens M75)
 
Patahan (=Fault) - SimakDi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><a href="http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/04/01/patahan-fault-simakdialog-review/cd-simakdialog2/" rel="attachment wp-att-66" title="CD Simakdialog2"><img src="http://bachtiarhakim.wordpress.com/files/2008/04/potret-kehidupan_080401_151550.jpg" alt="CD Simakdialog2" align="left" /></a><a href="http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/04/01/patahan-fault-simakdialog-review/cd-simakdialog-1/" rel="attachment wp-att-65" title="CD Simakdialog 1"><img src="http://bachtiarhakim.wordpress.com/files/2008/04/potret-kehidupan_080401_151448.jpg" alt="CD Simakdialog 1" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b>CD Album “Patahan”</b>. (Foto : Bachtiar <i>pake kamera hape Siemens M75</i>)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b><span style="font-size:26pt;line-height:150%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b><span style="font-size:26pt;line-height:150%;">Patahan (=Fault) - </span></b><b><span style="font-size:18pt;line-height:150%;">SimakDialog </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b><u><span style="font-size:18pt;line-height:150%;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></u></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b><u><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Track list :</span></u></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"># 1. One has to be (13:34)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"># 2. Spur of the moment (13:02)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"># 3. Kemarau (11:07)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"># 4. Worthseeing (16:22)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"># 5. Kain Sigli (19:49)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span style="font-size:18pt;line-height:150%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Setelah menelurkan album <b><i>“baur”</i></b> dan <b><i>“trance mission”, </i>Grup<i> SimakDialog </i><span> </span></b>kembali meluncurkan album terbarunya berjudul <b><i>“Patahan (=fault).” </i></b>Album ini dirilis pada tahun 2005 (kebetulan bulan peluncurannya tidak tertera di CD-nya) dan diproduksi oleh <b>demajors</b>. Meski tidak jelas tanggal dirilisnya, saya membelinya sekitar enam bulan setelah Bencana Tsunami Desember 2004 di Aceh . Album ini dipasarkan dalam bentuk CD dengan banderol 50 ribu rupiah. Kebetulan saya membelinya di Disc Tarra Dago, Bandung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Dalam album “<b><i>Patahan”</i></b> ini, konsep musik yang ditawarkan SimakDialog masih sama dengan album <b><i>“trance mission”</i></b>. Pengusung aliran <i>Adult Contemporary Jazz Fusion</i> ini masih setia dengan ramuan yang mengaduk-aduk unsur Jazz, Etnik, dan Rock. Bedanya, campuran musik etnik SimakDialog kali ini mengadopsi<span>  </span>musik tradisional Aceh dan Sunda. Selain itu, mereka juga menggunakan alat musik tradisional<span>  </span>Kendang Makassar, ceng-ceng dan kethuk (Bali).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Riza Arshad, Tohpati, dan Adithya masih tampil prima membawakan lagu instrumental berdurasi panjang (setiap nomor dalam lagu ini berdurasi lebih dari 10 menit). Mungkin inilah ciri khas yang selama ini dipegang Simakdialog sebagai grup musik jazz Indonesia kontemporer. Saya heran juga mengapa nama Jalu Praditina absen dalam album ini? Posisinya di bagian perkusi digantikan oleh Endang Ramdan dan Emy Tata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Saya pun mencoba menikmatinya. Ternyata, suara-suara digital piano, synths, rhodes yang dramatis dari Riza Arshad tidak hilang. Begitupun dengan lengkingan efek gitar elektrik, synth, dan akustik Tohpati masih membuat bulu kudu saya merinding. Di Simakdialog, Tohpati sepertinya mengeksplorasi dengan optimal skill gitarnya-nya. Saya anggap dia salah satu gitaris handal di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><b>Album Patahan dan Bencana Tsunami </b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Lalu mengapa saya mengaitkan album ini dengan <b>bencana Tsunami</b>?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Entah, mengapa saat mencoba menerjemahkan judul album maupun judul track di album ini ke dalam bahasa Indonesia, saya mendapati temuan istilah yang berhubungan dengan bencana alam. Pertama, judul album <b><i>“patahan”</i></b> dideskripsikan Simakdialog sebagai :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><i>It occurs only to<span>  </span>protect and to maintain the balance of nature and it is trully an undeniably natural process in order to keep the harmony of the earth according to His plan. </i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Lalu saya mendapati kata <i>kemarau, spur of the moment</i> (Bahasa Indonesia : sebuah kemendadakan), dan <i>kain sigli</i> (kain tradisional orang Aceh).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Jujur saja, hati saya tersayat ketika mendengar lagu “Kain Sigli” yang dibawakan Simakdialog bersama <b>Nyak Ina Raseuki a.k.a. Ubiet</b> sebagai vokalisnya. <span>Lagu ini diawali dengan pembacaan puisi melodramatis dalam<span>  </span>bahasa Indonesia dan Jerman. </span>Syairnya saya salin sebagai berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b><span style="font-size:18pt;line-height:150%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b>KAIN SIGLI</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b> </b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b>Kain sigli…</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Kain jahitan bundaku</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Kukenakan jika aku pergi ke dunia</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Kain dengan rupa laut, rupa benua</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Milikmu jua jika kau ingat namaku</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Kain sigli…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">kain yang meninggi jua</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">jika serdadu melintas di<span>  </span>depan pintu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">kain bundaku…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">kain yang bisa luka</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">jika senjata berseru di Meuredu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Siapa meneteskan darah ke kain sigli</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Siapa mencuci kainku dengan air mata</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Kain ini akan tumbuh jika aku mati</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Kain bundaku akan seluas negeri</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Tanamlah benalu ke kain sigli</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Diperindah untuk anakmu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Peliharalah tangan pijakan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Agar kain kami benarlah kain</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b>Kain yang memelukku sepanjang gempa</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b>Kain yang gemilang sepanjang duka</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b> </b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b>Kini sebentar terluka</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b>Kain sigli akan kujahit lagi</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b> </b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b>Kujahit tak henti…<span>              </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Sebagai orang Aceh, Ubiet membawakan dengan penuh perasaan (khusyuk <i>kali yach</i>). Dari segi kualitas,<span>  </span>saya<span>  </span>tak meragukan lagi teknik vokal Doktor Etnomusikologi ini.<span>  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><i>Track</i> berikutnya yang menurut saya bagus adalah <b><i>“spur of the moment”. </i></b>Saya terpesona dengan permainan piano Riza Arshad yang mengeksplorasi tangga nada Sunda tanpa kehilangan sentuhan improvisasi Jazz-nya. Belum lagi, di track ini <span> </span>ada permainan <i>Rampak Kendang</i> khas Sunda.<span>  </span>Saya jadi ingat karya<span>  </span>maestro Jazz Piano, Bubi Chen yang saat itu berkolaborasi dengan seniman musik tradisional Cianjuran. Tidak lupa juga teringat Lagu <i>Java Talk</i> karya Jazz Master, Idang Rasjidi<span>  </span>bersama sinden dari Sunda dan Jawa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Saran saya, kalau ingin bisa menikmati lagu-lagu <b><i>Simakdialog</i></b>, lakukanlah saat Anda berada seorang diri di kamar bernuansa etnik yang cukup luas.<span>  </span>Bisa juga, ketika anda sedang membaca buku-buku serius dan membuat puisi. Aneh juga… entah karena apa, daya kreativitas<span>  </span>dan imajinasi tiba-tiba saja terbuka luas. Lama-lama bisa ketagihan seperti<span>  </span>saya <i>euy</i><span>  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Atau kalau anda ingin mencoba-coba keadaan <i>trance </i>(fana atau alam bawah sadar merasuki alam sadar) yang ringan, lagu-lagu Simakdialog ini boleh dicoba. <i>Hehehe….</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Selamat menikmati dan selalu beli karya anak bangsa yang orisinal !!!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Hidup musik Indonesia!!!</p>
<p><a href="http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/04/01/patahan-fault-simakdialog-review/cd-simakdialog-1/" rel="attachment wp-att-65" title="CD Simakdialog 1"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Slebar-Slebor" - ANANE THE EVOLUTION ETHNIC]]></title>
<link>http://bachtiarhakim.wordpress.com/?p=68</link>
<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 21:34:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>bachtiar hakim</dc:creator>
<guid>http://bachtiarhakim.wordpress.com/?p=68</guid>
<description><![CDATA[ 

Foto : Bach (kamera hape gw jelek)

&nbsp;
Judul Album     :           SLEBAR SLEBOR]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="center"> <a href="http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/04/01/slebar-slebor-anane-the-evolution-ethnic/anane/" rel="attachment wp-att-69" title="anane"></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://bachtiarhakim.wordpress.com/files/2008/04/potret-kehidupan_080401_152005.jpg" alt="anane" /></div>
<div style="text-align:center;">Foto : Bach (kamera hape gw jelek)</div>
<p></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Judul Album <span>    </span>:<span>  </span><span>         </span><b><span style="font-size:16pt;">SLEBAR SLEBOR</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Artis / band<span>      </span>:<span>  </span><span>         </span><b><span style="font-size:16pt;">ANANE THE EVOLUTION ETHNIC</span></b><span style="font-size:16pt;"><span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jenis Musik <span>     </span>:<span>  </span><span>         </span>Ethnic-Jazz-Rock Fusion</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tahun dirilis<span>      </span>: <span>          </span>2005</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Produksi<span>           </span>:<span>           </span>Indonesian Progressive Society</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><u><span style="font-size:16pt;">Track List :</span></u></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;">#1. <span> </span><span> </span>Tung Alung-Alung <span>         </span>(04:32)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;">#2. Kekeberan Ni Pejuang <span>    </span>(11:11)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;">#3. Perueren <span>                </span>(10:40) </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;">#4. Ho Ho Hi Heh <span>        </span>(11:23)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;">#5. Dansa Gayo<span>            </span>(06:28)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;">#6. Slebar-Slebor <span>                   </span>(08:12)</span></b></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SOL PROJECT : Sunda-Jawa-Latin Groove]]></title>
<link>http://bachtiarhakim.wordpress.com/?p=10</link>
<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 21:23:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>bachtiar hakim</dc:creator>
<guid>http://bachtiarhakim.wordpress.com/?p=10</guid>
<description><![CDATA[

&nbsp;
&nbsp;



Sol Project adalah kelompok musisi dari Indonesia dan Columbia yang mencoba memad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td class="cattitle">&#160;</td>
<td class="itemsubsub">&#160;</td>
</tr>
</table>
<p><span class="insertedphoto"><img src="http://i120.photobucket.com/albums/o167/klentot/SOLProject.jpg" class="alignmiddle" border="0" /><br />
</span>Sol Project adalah kelompok musisi dari Indonesia dan Columbia yang mencoba memadukan elemen musik Indonesia dengan musik Amerika Selatan yang personil intinya terdiri dari : Rudi Octave (pianist), Faizer Flores (Conga) dan Cecilia Ventura (Vocalist&#38;Timbales) ditambah beberapa additional player dan dancers yang ikut berperan dalam setiap penampilan Sol Project.</p>
<p>Di album ini, Sol Project mengkombinasikan cara menyanyi Jawa yang disebut Mocopat, Abakua dengan irama Salsa di lagu Jangkrik Genggong; Hasapi (Kecapi) dan Suling Batak dengan irama Guaguanco di lagu Anju Ahu; dan irama Guajira dinyanyikan dengan bahasa Sunda dan Spanyol di lagu Bajing Luncat dan kombinasi lainnya.</p>
<p>track list :<br />
1. Bajing Luncat<br />
2. Benci Tapi rindu<br />
3. Gantengnya Pacarku (Indonesia)<br />
4. Cahaya Bulan<br />
5. Tua Tua Keladi (Indonesia)<br />
6. Jangkrik Genggong<br />
7. Tua Tua Keladi (Spanish)<br />
8. Gantengnya Pacarku (English)<br />
9. Anju Anju</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fisika di Balik Keindahan Bulu Merak]]></title>
<link>http://elmahari.wordpress.com/2007/11/23/fisika-di-balik-keindahan-bulu-merak/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 01:20:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ishak</dc:creator>
<guid>http://elmahari.wordpress.com/2007/11/23/fisika-di-balik-keindahan-bulu-merak/</guid>
<description><![CDATA[Tak seorang pun yang memandang corak bulu merak kuasa menyembunyikan kekaguman atas keindahannya. Sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tak seorang pun yang memandang corak bulu merak kuasa menyembunyikan kekaguman atas keindahannya. Satu di antara penelitian terkini yang dilakukan para ilmuwan telah mengungkap keberadaan rancangan mengejutkan yang mendasari pola-pola ini.</p>
<p>Para ilmuwan Cina telah menemukan mekanisme rumit dari rambut-rambut teramat kecil pada bulu merak yang menyaring dan memantulkan cahaya dengan aneka panjang gelombang. Menurut pengkajian yang dilakukan oleh fisikawan dari Universitas Fudan, Jian Zi, dan rekan-rekannya, dan diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, warna-warna cerah bulu tersebut bukanlah dihasilkan oleh molekul pemberi warna atau pigmen, akan tetapi oleh struktur dua dimensi berukuran teramat kecil yang menyerupai kristal. (1)</p>
<p>Zi dan rekan-rekannya menggunakan mikroskop elektron yang sangat kuat untuk menyingkap penyebab utama yang memunculkan warna pada bulu merak. Mereka meneliti barbula pada merak hijau jantan (Pavo rnuticus). Barbula adalah rambut-rambut mikro yang jauh lebih kecil yang terdapat pada barb, yakni serat bulu yang tumbuh pada tulang bulu. Di bawah mikroskop, mereka menemukan desain tatanan lempeng-lempeng kecil berwarna hitam putih, sebagaimana gambar di sebelah kanan. Desain ini tersusun atas batang-batang tipis yang terbuat dari protein melanin yang terikat dengan protein lain, yakni keratin. Para peneliti mengamati bahwa bentuk dua dimensi ini, yang ratusan kali lebih tipis daripada sehelai rambut manusia, tersusun saling bertumpukan pada rambut-rambut mikro. Melalui pengkajian optis dan penghitungan, para ilmuwan meneliti ruang yang terdapat di antara batang-batang tipis atau kristal-kristal ini, berikut dampaknya. Alhasil, terungkap bahwa ukuran dan bentuk ruang di dalam tatanan kristal tersebut menyebabkan cahaya dipantulkan dengan beragam sudut yang memiliki perbedaan sangat kecil, dan dengannya memunculkan aneka warna.<!--more--></p>
<p>"Ekor merak jantan memiliki keindahan yang memukau karena pola-pola berbentuk mata yang berkilau, cemerlang, beraneka ragam dan berwarna," kata Zi, yang kemudian mengatakan, "ketika saya memandang pola berbentuk mata yang terkena sinar matahari, saya takjub akan keindahan bulu-bulu yang sangat mengesankan tersebut."(2) Zi menyatakan bahwa sebelum pengkajian yang mereka lakukan, mekanisme fisika yang menghasilkan warna pada bulu-bulu merak belumlah diketahui pasti. Meskipun mekanisme yang mereka temukan ternyata sederhana, mekanisme ini benar-benar cerdas.</p>
<p>Jelas bahwa terdapat desain yang ditata dengan sangat istimewa pada pola bulu merak. Penataan kristal-kristal dan ruang-ruang [celah-celah] teramat kecil di antara kristal-kristal ini adalah bukti terbesar bagi keberadaan desain ini. Pengaturan antar-ruangnya secara khusus sungguh memukau. Jika hal ini tidak ditata sedemikian rupa agar memantulkan cahaya dengan sudut yang sedikit berbeda satu sama lain, maka keanekaragaman warna tersebut tidak akan terbentuk.</p>
<p>Sebagian besar warna bulu merak terbentuk berdasarkan pewarnaan struktural. Tidak terdapat molekul atau zat pewarna pada bulu-bulu yang memperlihatkan warna struktural, dan warna-warna yang serupa dengan yang terdapat pada permukaan gelembung-gelembung air sabun dapat terbentuk. Warna rambut manusia berasal dari molekul warna atau pigmen, dan tak menjadi soal sejauh mana seseorang merawat rambutnya, hasilnya tidak akan pernah secemerlang dan seindah bulu merak.</p>
<p>Telah pula dinyatakan bahwa desain cerdas pada merak ini dapat dijadikan sumber ilham bagi rancangan industri. Andrew Parker, ilmuwan zoologi dan pakar pewarnaan di Universitas Oxford, yang menafsirkan penemuan Zi mengatakan bahwa penemuan apa yang disebut sebagai kristal-kristal fotonik pada bulu merak memungkinkan para ilmuwan meniru rancangan dan bentuk tersebut untuk digunakan dalam penerapan di dunia industri dan komersial. Kristal-kristal ini dapat digunakan untuk melewatkan cahaya pada perangkat telekomunikasi, atau untuk membuat chip komputer baru berukuran sangat kecil. (3)</p>
<p>Jelas bahwa merak memiliki pola dan corak luar biasa dan desain istimewa, dan berkat mekanisme yang sangat sederhana ini, mungkin tidak akan lama lagi, kita akan melihat barang dan perlengkapan yang memiliki lapisan sangat cemerlang pada permukaannya. Namun, bagaimanakah desain memesona, cerdas dan penuh ilham semacam ini pertama kali muncul? Mungkinkah merak tahu bahwa warna-warni pada bulunya terbentuk karena adanya kristal-kristal dan ruang-ruang antar-kristal pada bulunya? Mungkinkah merak itu sendiri yang menempatkan bulu-bulu pada tubuhnya dan kemudian memutuskan untuk menambahkan suatu mekanisme pewarnaan padanya? Mungkinkah merak telah merancang mekanisme itu sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan desain yang sangat memukau tersebut? Sudah pasti tidak.</p>
<p>Sebagai contoh, jika kita melihat corak mengagumkan yang terbuat dari batu-batu berwarna ketika kita berjalan di sepanjang tepian sungai, dan jika kita melihat pula bahwa terdapat pola menyerupai mata yang tersusun menyerupai sebuah kipas, maka akan muncul dalam benak kita bahwa semua ini telah diletakkan secara sengaja, dan bukan muncul menjadi ada dengan sendirinya atau secara kebetulan. Sudah pasti bahwa pola-pola ini, yang mencerminkan sisi keindahan dan yang menyentuh cita rasa keindahan dalam diri manusia, telah dibuat oleh seorang seniman. Hal yang sama berlaku pula bagi bulu-bulu merak.</p>
<p>Sebagaimana lukisan dan desain yang mengungkap keberadaan para seniman yang membuatnya, maka corak dan pola pada bulu merak mengungkap keberadaan Pencipta yang membuatnya. Tidak ada keraguan bahwa Allahlah yang merakit dan menyusun bentuk-bentuk mirip kristal tersebut pada bulu merak dan menghasilkan pola-pola yang sedemikian memukau bagi sang merak. Allah menyatakan Penciptaannya yang tanpa cacat dalam sebuah ayat Al Qur'an :<br />
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik Bertasbih KepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Hasyr, 59 : 24)</p>
<p>[ Diambil dari Milis, oke [oke@multisolid.com] ]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hari terakhir di singapura, outram - bugis - changi]]></title>
<link>http://elmahari.wordpress.com/2007/08/19/hari-terakhir-di-singapura-outram-bugis-changi/</link>
<pubDate>Sun, 19 Aug 2007 08:33:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ishak</dc:creator>
<guid>http://elmahari.wordpress.com/2007/08/19/hari-terakhir-di-singapura-outram-bugis-changi/</guid>
<description><![CDATA[Trainingku di singapura berakhir hari kamis ( 16 agusutus 2007 ). Sedangkan tiket pesawatku hari sab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Trainingku di singapura berakhir hari kamis ( 16 agusutus 2007 ). Sedangkan tiket pesawatku hari sabtu (18 agustus 2007 ). Tapi ternyata hati ini sudah kangen dengan rumah. Kangen dengan anakku tepatnya [ dan ibunya donk :)  ]. Akhirnya dengan bantuan dari pak Martin ( Avantus ), kita berhasil mengubah jadwal keberangkatan ke indonesia menjadi hari jum'at ( 17 agustus 2007 ). Duh senengnya....</p>
<p>Ohya, karena training hanya 4 hari, maka otomatis biaya yang ditanggung oleh kantor untuk hotel hanya sampai hari kamis juga. Jadi terpaksalah hari itu juga check out dari hotel. Karena lom dapat hotel lain, akhirnya koper kita bawa ke Avantus, hehehe. Untungnya selesai training mas MCA nawarin kita untuk menginap di rumah temennya ( mas Sigit ). Awalnya sih tetap ingin di hotel versi backpacker. Cuma setelah muter-muter hampir 2 jam di kawasan bugis dan little india, ternyata semua hotel penuh. fiuh... nggak nyangka kalo 2 kawasan ini rame banget. Dan hostel nya pun bersih-bersih. ( Untuk tulisan mengenai tempat nginep, akan aku tulis terpisah ). So, setelah capek muter-muter dan waktu udah jam 9 malam, akhirnya telpon juga ke mas sigit. Alhamdulillah, bisa nyambung dan beliau sangat ramah.</p>
<p>Tapi lagi-lagi malam itu kita tidak bernasib baik. Lama menunggu taksi dari bugis dan tidak dapat, akhirnya mutusin untuk naik MRT ke Tiong Bahru. Niatnya dari sana bisa dapat taksi lebih mudah. Eh ternyata sama sama. Setelah menunggu lebih dari 1 jam, akhirnya dapat juga. Alhamdulillah........</p>
<p>Hari terakhir jalan-jalan di singapura, muter-muter di china town dan bugis street. Tapi disarankan, kalo mo cari oleh-oleh, sebaiknya di bugis, lebih murah. hehehe</p>
<p>Setelah semua selesai, akhirnya tiba waktunya untuk pulang ke indo.. ( begitu orang sono nyebutnya ). Setelah pamitan, naik MRT dari Outram ke Changi airport. Tebak, berapa dolar yang harus dibayar  ? hanya 1,2 dolar singapura. Murah....apalagi kalo dibandingkan dengan taksi.</p>
<p>Tiba di terminal 2 changi ( Stasiun MRT ), jalan kaki menuju tempat penyeberangan ke terminal 1. Wuih... enaknya, pake mobil yang rel nya di atas.. khusus untuk penyeberangan dan gratis. Sampai di terminal 1, langsung ke bagian check in.. Eh ternyata dapat pesawat yang jam 8 [ jadwal awal sih jam 10 ]. Setelah check ini, langsung kebagian imigrasi. Eh dibagian ini sempet ditanya, kok passport dan boarding pass beda namanya. Akhirnya setelah melihat tiketnya, semua jadi clear...Akhirnya aku pulang kerumah... Habibie, ayah pulang.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[2nd Days at singapore]]></title>
<link>http://elmahari.wordpress.com/2007/08/13/2nd-days-at-singapore/</link>
<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 16:25:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ishak</dc:creator>
<guid>http://elmahari.wordpress.com/2007/08/13/2nd-days-at-singapore/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini adalah hari kedua ku di negeri singa ini. Hari ini training windows mobile dengan Avantus d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini adalah hari kedua ku di negeri singa ini. Hari ini training windows mobile dengan <a href="http://www.avantustraining.com/av_web/default/default.htm" title="Avantus" target="_blank">Avantus </a>di mulai. Materinya cukup padat, karena kebetuluan kurikulum yang di minta adalah customize versi sendiri.</p>
<p>Datang ke kantor <a href="http://www.avantustraining.com/av_web/default/default.htm" title="Avantus" target="_blank">Avantus </a>di Robinson Rd, CPF Building jam 8.30 pagi ternyata terlalu pagi, hehe :). Kenapa ? karena ternyata pihak Avantus menyangka kita datang dari jakarta pada hari ini juga ( senin, 13 Agustus 2007 ). Apa boleh buat, jadilah kita keliling dulu di sekitaran Robinson rd ini. Jalan ke sebelah belakang, kemudian balik lagi ke depan, dan terus jalan sampai stasiun MRT Tanjung Pagar.</p>
<p>Huh... seru juga lihat singapura di pagi hari. Orang semuanya jalan dengan cepat ( tapi sepertinya masih lebih cepat kalo orang jepang jalan :) ). Ada yang sarapan pagi di tempat terbuka, ada yang antri beli kopi/teh/milo. Biar nggak kuper, jadilah kita ikutan antri beli milo, sebelum naik ke tempat training.</p>
<p>Training dimulai dengan materi refreshment, dilanjutkan dengan materi Orientation Awarenes. Ups...pada materi ini, sempat terjadi error karena ternyata control yang digunakan memerlukan component lain yang ternyata kita belum  install. Setelah beberapa jam, barulah solve hehehe.</p>
<p>Ohya, makan siang disingapura ternyata cukup susah. Guest why ? Karena untuk makan saja ternyata kita harus antri cukup lama ( kata mas choirul ). Untungnya kami makan setelah orang sudah mulai bubaran, alias makan siangnya telat ( ups... lapar ). Makan siang di kawasan Robinson Rd ternyata cukup mudah walaupun harus berjalan kaki +/- 5 menit. Ada warung nasi milik orang melayu ( ntah orang indonesia apa orang malaysia, yang penting aku lihat punya orang muslim ). Dan enaknya lagi, tak jauh dari situ, ada masjid yang cukup besar untuk shalat. Alhamdulillah......</p>
<p>Biaya makan disingapura sebenarnya cukup murah ( untuk ukuran orang singapura, tapi kalo orang indonesia, wah mahal kali..... :(  ). Untuk biaya makan ikan dan sayur plus nasi, itu sekitar S$ 3,5. Belum lagi minumnya. totalnya bisa sampai S$ 5,5 ( kalikan aja dengan kurs rupiah terhadap singapura, jadinya sekitar Rp. 30 rb ,wooww.. mahal ). So,  total biaya makan untuk sehari saja bisa sampai S$ 15. Itu belum termasuk biaya transportasi.</p>
<p>Ok, untuk info makan  itu dulu. Selesai training jam 7 malam waktu singapura, langsung cari tempat makan. Kali ini tujuan makannya adalah di orchad road.Tepatnya di <a href="http://www.takashimaya-sin.com/sub/floor.html" title="Takashimaya" target="_blank">Takashimaya</a>, di lantai basement ( foodcourt ). Tempat makannya banyak pilihan, dan jangan takut, disini ada yang jualan nasi padang kok. Ada juga pilihan makanan thailand, korea dan china. Kisaran harga mulai dari S$ 3,5 sampai S$ 8. Murah kan ?</p>
<p>Ok, itu dulu untuk hari ini. Dah mulai ngantuk nih. Ohya, tadi sempat jalan-jalan lagi ke tempat pameran kemarin. Tungga aja infonya yah.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku adalah orang bugis. [ Mengenal rumah adat khas bugis ]]]></title>
<link>http://elmahari.wordpress.com/2007/08/10/aku-adalah-orang-bugis-mengenal-rumah-adat-khas-bugis/</link>
<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 10:52:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ishak</dc:creator>
<guid>http://elmahari.wordpress.com/2007/08/10/aku-adalah-orang-bugis-mengenal-rumah-adat-khas-bugis/</guid>
<description><![CDATA[Ini adalah rangkain cerita yang akan aku tuliskan tentang aku dan asal - usulku, serta hal-hal lain ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah rangkain cerita yang akan aku tuliskan tentang aku dan asal - usulku, serta hal-hal lain tentang orang bugis. Tulisan kedua ini, akan mengangkat rumah khas bugis, yaitu rumah panggung.</p>
<p><a href="http://elmahari.files.wordpress.com/2007/08/rumahbugis-1.jpg"><img src="http://elmahari.files.wordpress.com/2007/08/rumahbugis-1-thumb.jpg" style="border:0 none;" alt="rumahbugis_1" align="right" height="180" width="240" /></a></p>
<p>Rumah bugis memiliki keunikan tersendiri, dibandingkan dengan rumah panggung dari suku yang lain ( sumatera dan kalimantan ). Bentuknya biasanya memanjang ke belakang, dengan tanbahan disamping bangunan utama dan bagian depan [ orang bugis menyebutnya lego - lego :) ].</p>
<p>Bagaimana sebenarnya arsitektur dari rumah panggung khas bugis ini ?. Berikut adalah bagian - bagiannya utamanya :</p>
<ol>
<li>Tiang utama ( alliri ).  Biasanya terdiri dari 4 batang setiap barisnya. jumlahnya tergantung jumlah ruangan yang akan dibuat. tetapi pada umumnya, terdiri dari 3 / 4 baris alliri. Jadi totalnya ada 12 batang alliri.</li>
<li>Fadongko', yaitu bagian yang bertugas sebagai penyambung dari alliri di setiap barisnya.</li>
<li>Fattoppo, yaitu bagian yang bertugas sebagai pengait paling atas dari alliri paling tengah tiap barisnya.</li>
</ol>
<p>Mengapa orang bugis suka dengan arsitektur rumah yang memiliki kolong ? Konon, orang bugis, jauh sebelum islam masuk ke tanah bugis ( tana ugi' ), orang bugis memiliki kepercayaan bahwa alam semesta ini terdiri atas 3 bagian, bagian atas ( botting langi ), bagian tengah ( alang tengnga ) dan bagian bawagh ( paratiwi ).  Mungkin itulah yang mengilhami orang bugis ( terutama yang tinggal di kampung, seperti diriku ) lebih suka dengan arsitektur rumah yang tinggi. Mengapa saya suka ? karena saya orang bugis... hehehe.. :) . Sebenarnya bukan karena itu, tetapi lebih kepada faktor keamanan dan kenyamanan. Aman, karena ular tidak dapat naik ke atas ( rumahku di kampung tingginya 2 meter dari tanah ). Nyaman, karena angin bertiup sepoi-sepoi, meskipun udara panas.. Wong rumahnya tinggi, hehehe</p>
<p>Bagian - bagian dari rumah bugis ini sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Rakkeang, adalah bagian diatas langit - langit ( eternit ). Dahulu biasanya digunakan untuk menyimpan padi yang baru di panen.</li>
<li>Ale Bola, adalah bagian tengah rumah. dimana kita tinggal. Pada ale bola ini, ada titik sentral yang bernama pusat rumah ( posi' bola ).</li>
<li>Awa bola, adalah bagian di bawah rumah, antara lantai rumah dengan tanah.</li>
</ol>
<p>Yang lebih menarik sebenarnya dari rumah bugis ini adalah bahwa rumah ini dapat berdiri bahkan tanpa perlu satu paku pun. Semuanya murni menggunakan kayu. Dan uniknya lagi adalah rumah ini dapat di angkat / dipindah.. simple kan. :)</p>
<p>Ok, itu saja dulu. Sampai jumpa pada tulisan berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku adalah orang bugis]]></title>
<link>http://elmahari.wordpress.com/2007/08/07/aku-adalah-orang-bugis/</link>
<pubDate>Tue, 07 Aug 2007 07:56:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ishak</dc:creator>
<guid>http://elmahari.wordpress.com/2007/08/07/aku-adalah-orang-bugis/</guid>
<description><![CDATA[Orang bijak mengatakan &#8220;sejauh jauh bangau terbang, pasti akan pulang ke sarangnya&#8221;. Mun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Orang bijak mengatakan "sejauh jauh bangau terbang, pasti akan pulang ke sarangnya". Mungkin itulah yang saat ini  terlintas di pikiranku. Ada kerinduan akan kampung halaman, nun jauh disana. Maklum, selama 27 tahun pergi dari kampung halaman, baru sekali pulang kesana, itupun karena kebetulan ada tugas kantor..hehehehe...</p>
<p>Aku adalah orang bugis, berasal dari Ujung Pandang [ Makassar sekarang ], tepatnya dari Desa bulu-bulu, kecamatan Tonra, kabupaten <a href="http://www.bone.go.id/" target="_blank">Bone</a>, Sulawesi Selatan. Tepatnya berada pada posisi 4° 13’- 506’ Lintang Selatan dan antara 119° 42’-120° 30’ Bujur Timur. <a href="http://elmahari.files.wordpress.com/2007/08/peta-bone.jpg"><img src="http://elmahari.files.wordpress.com/2007/08/peta-bone-thumb.jpg" style="border-width:0;margin:0 0 0 10px;" alt="peta_bone" align="left" height="240" width="197" /></a></p>
<p>Teman - temanku banyak yang tidak menduga kalau aku adalah seorang keturunan sulawesi, kecuali karena warna kulitnya  :). Kebanyakan sih menduga kalau aku ini keturunan jawa. selain karena bisa berbahasa jawa, logatnya memang bukan logat orang timur, tapi kedua orang tuaku adalah asli dari bugis. Bapak adalah orang maros, sedangkan ibu orang tonra.</p>
<p>Aku dilahirkan di desa bulu-bulu, kecamatan Tonra. Sebuah tempat di tepi pantai di teluk bone. Pantainya dulu indah ( sampai saat ini masih cukup bagus menurutku ). Perjalanan ke kampungku di tempuh selama +/- 4 jam menggunakan kendaraan sejenis kijang/panther dari terminal maros. Perjalanan yang cukup melelahkan, namun sedikit terobati dengan pemandangan alam sepanjang perjalanan ( jika kita lewat jalur tengah ).</p>
<p>Kehidupan masyarakat pada umumnya adalah petani dan nelayan. Jika musim tanam mulai, maka semua penduduk akan turun ke sawah. Biasanya setelah musim tanam selesai, penduduk akan kembali melaut ( karena dilakukan malam hari ). Alat yang digunakan ada beberapa macam, antara lain adalah bubu ( sejenis perangkap ikan/udang/kepiting yang terbuat dari bambu dengan umpan didalamnya ).</p>
<p>Alat lain yang digunakan adalah "bagang". <a href="http://elmahari.files.wordpress.com/2007/08/bagang-tradisional.jpg"><img src="http://elmahari.files.wordpress.com/2007/08/bagang-tradisional-thumb.jpg" style="border:0 none;" alt="bagang_tradisional" align="right" /></a> Alat ini berupa bangunan ditengah laut yang biasanya terbuat dari bambu besar, dengan jaring yang terdapat di tengahnya. Yang mengoperasikannya pun cukup 1 atau 2 orang. <a href="http://elmahari.files.wordpress.com/2007/08/bagang-mobile.jpg"><img src="http://elmahari.files.wordpress.com/2007/08/bagang-mobile-thumb.jpg" style="border:0 none;" alt="bagang_mobile" align="left" height="104" width="149" /></a> Akan tetapi, seiring dengan perkembangan teknologi, bentuknya pun mengalami perubahan. Dari yang static, menjadi dinamis / dapat berpindah tempat. Jumlah orang yang di butuhkan pun berubah. Jika biasanya cukup 1 atau 2 orang, menjadi lebih dari 5 orang. teknologinya pun menggunakan teknologi yang lebih modern, karena dilengkapi dengan alat deteksi ikan yang menggunakan pencitraan satelite. Unik bukan....</p>
<p>Inilah tulisan pertama yang sengaja aku buat, dan mungkin akan menjadi outobiografiku :). Selanjutnya akan aku tuliskan hal - hal unik dari orang bugis, yang mungkin belum diketahui orang banyak. Let' see.</p>
<p>Ref :</p>
<ul>
<li>Info tentang suku bugis dapat dilihat <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bugis" title="Suku Bugis" target="_blank">disini</a> or <a href="http://http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bugis" title="Suku Bugis" target="_blank">disini<br />
</a></li>
<li>Image peta kab. bone dari <a href="http://www.bone.go.id" title="Situs kab. Bone" target="_blank">sini</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kürtçe]]></title>
<link>http://klip.wordpress.com/2007/08/04/kurtce/</link>
<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 14:12:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>klip</dc:creator>
<guid>http://klip.wordpress.com/2007/08/04/kurtce/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/5UnbpYXWRkw'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/5UnbpYXWRkw&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kürtçe ilahi]]></title>
<link>http://klip.wordpress.com/2007/08/04/kurtce-ilahi-2/</link>
<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 14:09:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>klip</dc:creator>
<guid>http://klip.wordpress.com/2007/08/04/kurtce-ilahi-2/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/FABeTNsOVQ4'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/FABeTNsOVQ4&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
